Pengertian Radiasi, Jenis-Jenis, dan Cara Mengukurnya dengan Alat Sederhana

palingbelajar

technology hospital medicine indoors
± 4 menit baca
Di artikel ini
  1. Pengertian Radiasi
  2. Jenis-Jenis Radiasi
  3. 1. Radiasi Pengion
  4. 2. Radiasi Non-Pengion
  5. Sumber Radiasi
  6. 1. Sumber Alami
  7. 2. Sumber Buatan
  8. Efek Radiasi terhadap Kesehatan
  9. Dosis Rendah
  10. Dosis Tinggi
  11. Cara Mengukur Radiasi dengan Alat Sederhana
  12. Manfaat Mengukur Tingkat Radiasi

Radiasi sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Mulai dari sinar matahari, hingga peralatan medis seperti rontgen dan CT-scan memancarkan radiasi. Namun, apa sebenarnya radiasi itu? Bagaimana cara mengukur tingkat radiasinya? Yuk simak penjelasan palingbelajar di bawah ini!

Pengertian Radiasi

Radiasi secara sederhana dapat diartikan sebagai pancaran energi dalam bentuk gelombang elektromagnetik atau partikel berenergi tinggi yang dipancarkan oleh suatu bahan radioaktif.

Radiasi tidak dapat dilihat oleh mata telanjang, namun efeknya dapat dirasakan. Contoh radiasi yang sering kita jumpai adalah sinar ultraviolet dari matahari yang dapat menyebabkan kulit memerah bila terpapar berlebihan.

“Radiasi adalah pancaran energi yang dihasilkan oleh perubahan inti atom atau partikel subatomik yang bergerak dengan kecepatan tinggi. Radiasi juga dapat dihasilkan oleh berbagai peralatan yang memanfaatkan prinsip inti atom.”

Jenis-Jenis Radiasi

Secara garis besar, radiasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:

1. Radiasi Pengion

Radiasi ini dapat mengionkan atau melepaskan elektron dari atom atau molekul di medium yang dilaluinya sehingga menjadi bermuatan listrik.

Contoh radiasi pengion adalah:

  • Sinar alfa, merupakan inti helium yang dipancarkan oleh atom radioaktif.
  • Sinar beta, berupa elektron berenergi tinggi yang dipancarkan dari peluruhan inti atom radioaktif.
  • Sinar gamma, berupa foton berenergi tinggi yang dipancarkan dari inti atom tidak stabil.

Radiasi pengion bersifat sangat berbahaya karena dapat merusak sel dan jaringan tubuh. Paparan dosis tinggi dapat menyebabkan kanker.

2. Radiasi Non-Pengion

Radiasi ini tidak dapat mengionkan medium yang dilaluinya. Contoh radiasi non-pengion antara lain:

  • Gelombang mikro
  • Inframerah
  • Cahaya tampak
  • Ultraviolet

Meski bersifat tidak mengionkan, radiasi non-pengion tetap berpotensi berbahaya jika paparan berlebihan. Sebagai contoh, sinar UV dari matahari dapat memicu kanker kulit.

Sumber Radiasi

Radiasi berasal dari dua sumber, yaitu:

1. Sumber Alami

Beberapa contoh sumber radiasi alami antara lain:

  • Sinar matahari
  • Batuan radioaktif seperti uranium dan thorium di kerak bumi
  • Radon, gas alami yang berasal dari peluruhan radium

2. Sumber Buatan

Sumber radiasi buatan berasal dari aktivitas manusia, contohnya:

  • Mesin rontgen dan CT-scan di rumah sakit
  • Pembangkit listrik tenaga nuklir
  • Televisi dan ponsel yang memancarkan radiasi elektromagnetik
  • Termometer dan detektor asap yang mengandung zat radioaktif
Sumber RadiasiContoh
AlamiSinar matahari, batuan radioaktif, radon
BuatanMesin rontgen, PLTN, TV, ponsel

Efek Radiasi terhadap Kesehatan

Radiasi dapat bermanfaat bagi kesehatan manusia jika pada dosis rendah yang terkontrol, namun berbahaya jika paparan berlebihan. Berikut efek radiasi:

Dosis Rendah

Pada dosis rendah, radiasi dimanfaatkan untuk:

  • Diagnosa penyakit, contohnya rontgen untuk pencitraan tulang
  • Terapi kanker, seperti radioterapi
  • Sterilisasi alat kesehatan

Dosis rendah relatif aman selama termonitor dan tidak berlebihan.

Dosis Tinggi

Paparan radiasi dosis tinggi dapat menimbulkan efek membahayakan seperti:

  • Kerusakan DNA dan mutasi genetik
  • Kanker akibat rusaknya sel-sel tubuh
  • Luka bakar radiasi pada kulit
  • Terganggunya sistem kekebalan tubuh

Oleh karena itu, paparan radiasi perlu dipantau agar tidak melebihi ambang batas aman bagi tubuh.

Cara Mengukur Radiasi dengan Alat Sederhana

Salah satu alat sederhana yang dapat digunakan untuk mengukur radiasi adalah detektor pancaran sinar gamma berbasis Geiger-Muller.

Cara kerja alat ini adalah:

  1. Tabung berisi gas (biasanya halogen atau neon) dan elektroda.
  2. Ketika radiasi gamma memasuki tabung, gas akan mengalami ionisasi.
  3. Ionisasi ini menyebabkan arus listrik timbul antara kedua elektroda.
  4. Arus listrik ini kemudian dikuatkan oleh rangkaian elektronik counter sehingga menghasilkan pulsa tegangan.
  5. Pulsa-pulsa ini kemudian dihitung oleh sirkuit counter dalam satuan hitungan per menit (cpm) atau hitungan per detik (cps).

Dengan demikian, tingkat radiasi di suatu tempat dapat diukur secara sederhana, cepat, dan cukup akurat menggunakan alat ini.

“Geiger counter merupakan alat ukur radiasi paling populer karena harganya terjangkau dan cara penggunaannya sederhana.”

Manfaat Mengukur Tingkat Radiasi

Beberapa manfaat dari pengukuran tingkat radiasi dengan alat seperti Geiger counter antara lain:

  • Memantau tingkat paparan radiasi di lingkungan kerja atau rumah agar tidak melebihi ambang batas aman.
  • Mendeteksi adanya kebocoran atau kontaminasi zat radioaktif.
  • Melakukan dekontaminasi atau pembersihan jika ditemukan tingkat radiasi berlebih.
  • Memperkirakan risiko bahaya radiasi bagi kesehatan di lingkungan tersebut.
  • Menjaga keselamatan pekerja radiasi maupun masyarakat umum.

Dengan melakukan monitoring radiasi secara rutin, kita dapat mengambil langkah pencegahan dini untuk menghindari risiko kesehatan akibat paparan radiasi berlebihan.

Leave a Comment