Sejarah Bahasa Inggris: Dari Anglo-Saxon hingga Global

palingbelajar

uk flag on creased paper
± 6 menit baca
Di artikel ini
  1. Asal Mula Bahasa Inggris
  2. Transformasi Norman
  3. Renaisans dan Pembaruan
  4. Bahasa Perdagangan Global
  5. Bahasa Internasional di Abad Modern
  6. Bahasa Inggris Masa Kini
  7. Kesimpulan
  8. FAQ

Asal Mula Bahasa Inggris

Bahasa Inggris yang kita kenal saat ini berasal dari rumpun bahasa Jermanik yang dituturkan oleh bangsa Germania di Eropa Utara ribuan tahun silam. Salah satu suku bangsa Jermanik, yaitu Anglo-Saxon, bermigrasi ke pulau Britania sekitar abad ke-5 Masehi. Kedatangan suku Anglo-Saxon inilah yang memperkenalkan bentuk awal bahasa Inggris atau yang dikenal sebagai bahasa Inggris Kuno/Anglo-Saxon.

“Bahasa Inggris modern berasal dari bahasa yang dituturkan oleh penduduk asli Germania yang menyerbu dan menduduki sebagian besar pulau Britania setelah runtuhnya kekaisaran Romawi.”

Pada masa itu, bahasa Inggris Kuno ditulis menggunakan alphabet runik Ular (Futhorc) dan alphabet Latin. Kosa kata bahasa Inggris Kuno banyak dipengaruhi oleh bahasa Norse Kuno (bahasa Viking) akibat penaklukan bangsa Viking di Inggris pada abad ke-9 hingga ke-11.

Transformasi Norman

Titik balik sejarah bahasa Inggris terjadi pada tahun 1066, saat Inggris ditaklukan oleh bangsa Norman asal Prancis di bawah pimpinan William sang Penakluk. Pengaruh penaklukan Norman ini sangat besar dalam mengubah wajah bahasa Inggris.

Ribuan kata Prancis masuk ke dalam kosakata bahasa Inggris, terutama kata-kata yang terkait hukum, pemerintahan, militer, agama, seni, dan kuliner. Kosa kata bahasa Inggris Kuno yang berakar Anglo-Saxon masih dominan dalam kehidupan sehari-hari dan komunikasi rakyat jelata. Sementara itu bahasa Prancis menjadi bahasa elit di kalangan bangsawan, birokrat, dan pengadilan selama beberapa abad.

Percampuran dua bahasa ini melahirkan bentuk bahasa Inggris Pertengahan yang mulai berkembang pasca penaklukan Norman, menggabungkan unsur Anglo-Saxon asli dan Prancis Norman. Karya sastra Inggris masih didominasi oleh puisi dan prosa berbahasa Prancis selama dua abad setelah 1066.

Renaisans dan Pembaruan

Gelombang perubahan besar kembali terjadi pada era Renaisans di Eropa. Di Inggris, zaman Renaissance yang berlangsung pada abad ke-16 hingga ke-17 ini ditandai oleh kemajuan pesat di bidang ilmu pengetahuan, seni, kesusastraan, ilmu bahari, dan perdagangan.

Kemajuan ini turut memicu masuknya ribuan kosa kata Latin dan Yunani ke dalam penggunaan bahasa Inggris tulis maupun lisan. Pembaruan bahasa ini diperlukan untuk mengakomodasi konsep dan istilah baru di berbagai bidang ilmu yang berkembang pada masa itu. Misalnya kata ‘education’, ‘philosophy’, ‘physics’ berasal dari bahasa Latin. Sementara kata ‘biology’, ‘geography’ , ‘psychology’ diambil dari akar bahasa Yunani.

Pada tahun 1755, Samuel Johnson – seorang pujangga dan penyusun kamus bahasa Inggris – menerbitkan Dictionary of the English Language yang membakukan ejaan, tata bahasa, dan sejarah kata-kata dalam bahasa Inggris. Penerbitan kamus ini menjadi tonggak pengembangan bahasa Inggris modern yang kita kenal saat ini.

Selama era pembaruan di Inggris, penggunaan bahasa Inggris mulai menggantikan dominasi bahasa Prancis di kalangan elit. Hal ini mendorong perkembangan tradisi sastra Inggris yang mencapai puncaknya pada karya-karya Shakespeare dan para penulis zaman Elizabeth.

Bahasa Perdagangan Global

Revolusi Industri pada abad ke-18 di Inggris menciptakan perubahan mendasar pada tatanan sosial, ekonomi dan teknologi dunia. Dampak revolusi industri ini secara langsung meningkatkan pengaruh bahasa Inggris di ranah perdagangan, pelayaran, ilmu pengetahuan dan kolonialisme global.

Pada periode ini, Inggris menjadi negara perintis Revolusi Industri yang mendominasi bidang produksi, transportasi (kapal uap), dan ekspor barang jadi ke berbagai penjuru dunia. Bahasa Inggris menjadi lingua franca – bahasa pengantar internasional – dalam perdagangan antarbangsa.

Hal ini diperkuat lagi dengan perluasan penjajahan Inggris ke wilayah Amerika, Afrika, India, Hong Kong, Australia, Selandia Baru dan berbagai kepulauan di Pasifik. Bahasa Inggris menjadi bahasa resmi dan bahasa pengantar di sekolah maupun institusi pemerintahan di koloni-koloni tersebut.

NegaraPenjajahMasa Penjajahan
IndiaInggris1858 – 1947
Amerika SerikatInggris1607 – 1776
Hong KongInggris1842 – 1997
Afrika SelatanInggris1806 – 1961
AustraliaInggris1788 – 1901

Perluasan pengaruh Inggris di luar negeri ini berdampak besar pada penyebaran bahasa Inggris ke berbagai benua, yang bertahan hingga di era modern.

“Pada abad ke-19, Kekaisaran Inggris menguasai paling tidak seperempat permukaan bumi, dan bahasa Inggrislah yang menjadi perekatnya.”

Bahasa Internasional di Abad Modern

Setelah berakhirnya Perang Dunia 2 pada 1945, bahasa Inggris resmi menjadi bahasa kerja dan bahasa resmi Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB). Hal ini semakin mengukuhkan status bahasa Inggris sebagai lingua franca modern yang penting dalam diplomasi dan hubungan antarnegara pasca PD 2.

Pada abad ke-20, dominasi ekonomi, militer dan politik Amerika Serikat di panggung dunia juga turut memperkuat pengaruh bahasa Inggris. Musik, film, produk konsumen dan gaya hidup Amerika yang populer secara global mempopulerkan bahasa Inggris di masyarakat dunia.

Ditambah lagi dengan perkembangan teknologi di akhir abad ke-20 berupa internet, telekomunikasi dan transportasi yang semakin mendekatkan masyarakat dunia tanpa batasan jarak dan ruang.

Industri media elektronik seperti televisi satelit internasional (misalnya CNN International, BBC World, CNBC dll) dan perkembangan internet telah menyebarkan pengaruh bahasa Inggris secara masif dan mendalam ke seluruh penjuru dunia.

Kemajuan bidang penerbangan sipil internasional dan pariwisata global turut meningkatkan frekuensi dan intensitas kontak antarbudaya yang mempercepat proses penyebaran bahasa Inggris. Film, musik dan karya seni populer dari Inggris maupun Amerika menjadi daya tarik budaya yang sekaligus mempromosikan pengenalan bahasa Inggris ke seluruh dunia.

Bahasa Inggris Masa Kini

Saat ini, bahasa Inggris telah menjadi bahasa internasional/global yang paling dominan di abad 21 ini. Bahasa Inggris adalah lingua franca dalam bidang bisnis, perdagangan, pariwisata, penerbangan, diplomasi, ilmu pengetahuan, teknologi, hiburan, olahraga, fashion, dan gaya hidup.

Diperkirakan lebih dari 1 miliar orang di seluruh dunia kini menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa kedua (bahasa asing). Artinya, mereka menggunakan bahasa Inggris di luar aktivitas dengan penutur asli bahasa Inggris.

Penggunaan bahasa Inggris saat ini tidak lagi bisa disamakan dengan penutur asli bahasa Inggris (native speaker). Sebab jumlah penutur non-native speaker yang menggunakan bahasa Inggris jauh lebih banyak ketimbang native speaker-nya.

Diperkirakan jumlah native speaker bahasa Inggris hanya sekitar 375 juta orang. Sementara penutur non-native speaker diproyeksikan bisa mencapai angka 1,5 miliar orang pada tahun 2050. Ini yang membuat bahasa Inggris benar-benar menjadi bahasa global.

“Saat ini ada lebih penutur bahasa Inggris sebagai bahasa kedua daripada penutur bahasa Inggris sebagai bahasa ibu. Bahasa Inggris kini lebih dimiliki oleh orang non-native speaker ketimbang native speaker.”

Kesimpulan

Demikian tadi beberapa poin penting tentang perjalanan panjang bahasa Inggris mulai dari bahasa lokal Anglo-Saxon dan Yunani, hingga berevolusi menjadi lingua franca global di abad ke-21. Sebagai bahasa internasional, bahasa Inggris terus bereksperimen, beradaptasi dan berinovasi mengikuti perkembangan konsep baru ilmu pengetahuan serta kedinamisan interaksi budaya-budaya dunia.

FAQ

Berapakah jumlah penutur bahasa Inggris sebagai bahasa ibu (native speaker) saat ini?

Jumlah penutur bahasa Inggris sebagai bahasa ibu (native speaker) diperkirakan sekitar 375 juta orang di seluruh dunia.

Apakah penutur asli masih akan dominan di masa depan?

Kecenderungan menunjukkan bahwa penutur non-native speaker akan semakin dominan. Diproyeksikan pada 2050 jumlah non-native speaker bisa mencapai 1,5 miliar orang sedangkan native speaker diperkirakan sekitar 379 juta orang.

Leave a Comment