Di artikel ini
The Rehbinder Effect adalah percepatan laju korosi logam yang disebabkan oleh adsorpsi molekul polar pada permukaan logam. Efek ini pertama kali ditemukan oleh seorang ilmuwan Swedia bernama Henrik Rehbinder pada tahun 1944. Yuk bahas Rehbinder Effect lebih dalam bersama palingbelajar
Sejarah The Rehbinder Effect
Henrik Rehbinder adalah seorang profesor kimia fisik di Institute of Technology di Stockholm, Swedia. Ia menemukan bahwa laju korosi besi meningkat dengan adanya molekul air.
“Rehbinder effect demonstrates that adsorption of polar molecules on a metal surface increases corrosion rate by weakening metal bonds.”
Penemuan Rehbinder ini kemudian dikenal sebagai The Rehbinder Effect. Efek percepatan korosi akibat molekul polar ini ternyata berlaku untuk berbagai jenis logam.
Penjelasan The Rehbinder Effect
Secara sederhana, The Rehbinder Effect bekerja dengan mekanisme sebagai berikut:
- Molekul polar seperti air, asam amino, dan asam karboksilat teradsorpsi (menempel) ke permukaan logam
- Molekul polar tersebut mempolarisasi ikatan logam di permukaan
- Ikatan logam menjadi melemah akibat polarisasi oleh molekul polar
- Logam kemudian lebih mudah mengalami disolusi dan terkorosi
Molekul polar yang paling umum menyebabkan The Rehbinder Effect adalah air. Itulah sebabnya laju korosi logam akan meningkat signifikan pada lingkungan yang lembap atau basah.
Contoh kasus nyata The Rehbinder Effect adalah besi atau baja yang berkarat lebih cepat jika terpapar udara lembap. Air yang teradsorpsi ke permukaan besi mempolarisasi ikatan besi sehingga ion besi lebih mudah terlepas dan membentuk karat (Fe2O3).
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi The Rehbinder Effect
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi seberapa kuat The Rehbinder Effect adalah:
- Jenis logam – Semakin reaktif suatu logam, semakin kuat efek Rehbinder. Contoh logam reaktif: besi, magnesium, aluminium.
- Suhu – Peningkatan suhu mempercepat laju korosi Rehbinder.
- Konsentrasi molekul polar – Semakin tinggi konsentrasi molekul polar seperti kelembapan, semakin kuat efek korosinya.
- Waktu kontak – Semakin lama kontak antara molekul polar dengan permukaan logam, semakin banyak korosi yang terjadi.
| Jenis Logam | Tingkat Reaktivitas |
|---|---|
| Magnesium | Sangat reaktif |
| Besi | Reaktif |
| Tembaga | Agak reaktif |
| Emas | Tidak reaktif |
Tabel di atas menunjukkan beberapa contoh jenis logam dan tingkat reaktivitasnya terhadap The Rehbinder Effect.
Aplikasi The Rehbinder Effect
Pemahaman tentang The Rehbinder Effect berguna untuk:
- Mengontrol laju korosi logam dengan mengurangi paparan terhadap molekul polar.
- Melakukan pelapisan permukaan logam untuk mencegah kontak langsung dengan molekul polar. Contoh: electroplating, painting, anodizing.
- Memilih jenis logam yang tepat untuk aplikasi tertentu. Logam yang kurang reaktif seperti emas atau platina lebih tahan korosi Rehbinder.
- Menambahkan inhibitor korosi pada gemuk, minyak, dan pelumas untuk peralatan mesin agar terlindungi dari efek ini.
Contoh Kasus The Rehbinder Effect
Beberapa contoh nyata efek Rehbinder yang sering terjadi adalah:
- Korosi dan kerusakan pipa atau tangki penyimpanan baja tua akibat kontak dengan uap air dan kandungan asam dalam air tanah.
- Karat pada permukaan besi dan baja serta peralatan dari bahan tersebut jika terpapar udara lembap dalam waktu lama.
- Korosi perkakas, mesin, dan suku cadang kendaraan yang terbuat dari logam akibat kontak dengan asam amino/protein dari sidik jari dan keringat.
Cara Mengatasi The Rehbinder Effect
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghambat atau mencegah efek korosi Rehbinder pada logam:
- Gunakan gemuk, minyak, atau pelumas yang mengandung inhibitor korosi untuk melindungi permukaan logam.
- Lakukan pelapisan permukaan logam dengan electroplating, painting, anodizing, atau resin. Ini mencegah kontak langsung logam dengan molekul polar.
- Kurangi paparan logam terhadap uap air dan kelembapan yang dapat meningkatkan korosi.
- Pilih jenis logam yang memiliki inertivitas tinggi seperti aluminium, titanium, atau tembaga untuk aplikasi tertentu.
- Bersihkan dengan segera sidik jari, kotoran, atau cairan yang menempel di permukaan logam.
- Lakukan inspeksi dan perawatan berkala pada logam untuk mendeteksi sedini mungkin jika korosi mulai terjadi.
Kesimpulan
The Rehbinder Effect adalah fenomena akselerasi laju korosi logam akibat adsorpsi molekul polar seperti air. Efek ini disebabkan pelemahan ikatan logam oleh molekul polar. Faktor utama yang mempengaruhi adalah jenis logam, suhu, konsentrasi molekul polar, dan lama waktu kontak.
Pemahaman tentang mekanisme Rehbinder Effect memungkinkan upaya pencegahan korosi pada logam dengan berbagai cara seperti inhibitor, pelapisan permukaan, hingga pemilihan jenis material. Penerapan langkah-langkah ini dapat memperpanjang masa pakai komponen dan peralatan yang terbuat dari logam.
FAQ
Berikut beberapa pertanyaan yang sering diajukan terkait The Rehbinder Effect:
Apakah semua jenis logam dipengaruhi oleh The Rehbinder Effect?
Tidak. Logam mulia seperti emas dan platina sangat tidak reaktif sehingga sangat minim terpengaruh efek Rehbinder.
Mengapa molekul polar seperti air dapat mempercepat korosi logam?
Karena molekul polar menginduksi polarisasi pada ikatan logam, melemahkan ikatan tersebut sehingga logam lebih mudah mengalami disolusi.







1 thought on “Apa itu The Rehbinder Effect”